Headlines News :

Free Blogger Templates

Tampilkan postingan dengan label Sri Mulyani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sri Mulyani. Tampilkan semua postingan

Jika Jadi Presiden Bank Dunia, Sri Mulyani Bergaji Rp 6,6 M/Tahun



Jakarta - Mantan Menteri Keuangan yang juga Direktur Bank Dunia Sri Mulyani berpeluang menjadi Presiden baru Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick. Berapa gaji Presiden Bank Dunia?

Dalam laporan keuangan Bank Dunia yang dikutip, Jumat (24/2/2012) dikatakan, Presiden Bank Dunia mendapatkan gaji sebesar US$ 734.707 atau sekitar Rp 6,6 miliar per tahun.

Hitung-hitungan ini diperoleh berdasarkan laporan keuangan Bank Dunia tahun 2011 yang dikutip detikFinance, Jumat (24/2/2012).

Laporan tersebut memaparkan, besaran gaji tersebut yang didapat oleh Presiden Bank Dunia saat ini Robert Zoellick. Gaji US$ 734.707 ini terdiri dari gaji pokok US$ 450.378, lalu uang dana pensiun US$ 87.058, dan tunjangan lainnya US$ 197.271.

Saat ini sebagai Direktur Bank Dunia besaran gaji Sri Mulyani adalah US$ 534.140 per tahun selama 2011 lalu.

Besaran gaji pokok Sri Mulyani sebagai Direktur Bank Dunia ini paling tinggi dibandingkan direktur-direktur Bank Dunia lainnya, seperti Ngozi N. Okonjo-Iweala, Graeme Wheeler, ataupun Mahmoud Mohieldin.

Negara-negara berkembang sedang berebut posisi nomor satu di Bank Dunia setelah Robert Zoellick menyatakan mundur pada 30 Juni 2012. Salah satu yang berpotensi menduduki jabatan itu adalah Direktur Bank Dunia Sri Mulyani.

Pemerintah dari berbagai negara mulai mencoba untuk menghentikan kebiasaan rutin Amerika Serikat (AS) dalam mencalonkan warga negaranya untuk menjadi orang nomor satu di Bank Dunia. Seperti pemerintah dari Brasil dan Filipina.

Sayangnya, tidak banyak kandidat yang bisa diusulkan oleh negara-negara berkembang untuk bisa bersaing dengan calon dari AS. Apalagi sudah berhembus kabar beberapa calon kuat sudah disiapkan oleh AS.

Namun, sejak 2010 lalu Bank Dunia sudah mulai melebarkan sayapnya dengan menerima eksekutif-eksekutif dari negera-negara berkembang.

Sehingga muncul tiga nama yang diprediksi bisa menjadi orang nomor satu di bank tersebut, yaitu kepala ekonomnya yang berasal dari China, dan dua dari tiga direktur dari negara berkembang, yaitu Mesir dan Indonesia.

Calon yang berasal dari Indonesia tak lain adalah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia Washington pada 2010 lalu. Saat ini, Sri Mulyani menjabat sebagai salah satu direktur di Bank Dunia.

Sejak 1944, Presiden Bank Dunia selalu dimonopoli oleh Amerika Serikat. Namun saat ini calon dari negara berkembang bisa naik karena posisi ekonominya lebih baik.
(dnl/ang)

Sri Mulyani Jadi Bos Bank Dunia, Kebanggaan Bagi Indonesia



Jakarta - Mantan Menteri Keuangan yang juga Direktur Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati berpeluang menjadi Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick. Ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia.

"Saya yakin Sri Mulyani Indrawati akan sangat cocok di World Bank (Bank Dunia). Jika dia memang terpilih, hal tersebut akan memberikan prestige tersendiri bagi Indonesia," ungkap Ekonom Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Dikatakan Dradjad, Sri Mulyani yang dahulu dikaitkan 'dalang' kasus bailout Bank Century Rp 6,7 triliun bisa memberikan jasa besar bagi Indonesia. Apa jasa tersebut?

"Hentikan pemberian utang World Bank ke Indonesia karena selama ini dalam pandangan saya World Bank menangguk keuntungan yang tidak fair dari Indonesia," katanya.

"Hentikan juga campur tangan berlebihan dari World Bank terhadap Indonesia. Dan hapuskan odious debts yang dulu pernah diberikan World Bank kepada Indonesia. Kalau ketiga hal tersebut bisa diwujudkan, Sri Mulyani akan sangat besar jasanya bagi Republik ini. Saya dukung penuh," imbuh Wakil Ketua Umum PAN ini.

Negara-negara berkembang sedang berebut posisi nomor satu di Bank Dunia setelah Robert Zoellick menyatakan mundur pada 30 Juni 2012. Salah satu yang berpotensi menduduki jabatan itu adalah Direktur Bank Dunia Sri Mulyani.

Pemerintah dari berbagai negara mulai mencoba untuk menghentikan kebiasaan rutin Amerika Serikat (AS) dalam mencalonkan warga negaranya untuk menjadi orang nomor satu di Bank Dunia. Seperti pemerintah dari Brasil dan Filipina.

Sayangnya, tidak banyak kandidat yang bisa diusulkan oleh negara-negara berkembang untuk bisa bersaing dengan calon dari AS. Apalagi sudah berhembus kabar beberapa calon kuat sudah disiapkan oleh AS.

Namun, sejak 2010 lalu Bank Dunia sudah mulai melebarkan sayapnya dengan menerima eksekutif-eksekutif dari negera-negara berkembang.

Sehingga muncul tiga nama yang dirprediksi bisa menjadi orang nomor satu di bank tersebut, yaitu kepala ekonomnya yang berasal dari China, dan dua dari tiga direktur dari negara berkembang, yaitu Mesir dan Indonesia.

Calon yang berasal dari Indonesia tak lain adalah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia Washington pada 2010 lalu. Saat ini, Sri Mulyani menjabat sebagai salah satu direktur di Bank Dunia.

Sejak 1944, Presiden Bank Dunia selalu dimonopoli oleh Amerika Serikat. Namun saat ini calon dari negara berkembang bisa naik karena posisi ekonominya lebih baik.

Sri Mulyani Bisa Jadi Bos Bank Dunia, Ini Komentar Hatta



Jakarta - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa memberikan dukungannya kepada Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menjadi Presiden Bank Dunia. Ia menyatakan bangga terhadap Sri Mulyani yang bisa mencatatkan sejarah baru jikalau terpilih menjadi bos Bank Dunia ini.

Demikian disampaikan Hatta saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

"Wah kita senang donk, itu berarti untuk pertama kalinya untuk negara seperti Indonesia yang mendapat kepercayaan, sebagai putra Indonesia kalian harus bangga," jelasnya.

Mengenai adanya keinginan negara-negara berkembang yang meminta agar pemimpin Bank Dunia agar tidak lagi dari Amerika Serikat, Hatta menilai hal itu merupakan sesuatu yang wajar karena negara-negara tersebut pastilah ingin terwakili di institusi internasional itu.

"Jangan istilah pemberontakan, orang masih ingin transparansi dan keterwakilan yang cukup. Jadi tentu saja kita senang, apalagi dari orang Indonesia, tentu lebih senang lagi kan," paparnya.

Jika Sri Mulyani terpilih untuk memimpin Bank Dunia, Hatta menilai hal itu bisa memecahkan rekor dunia saat ini di mana pimpinan Bank Dunia selalu berasal dari Amerika Serikat.

"Ya kita dukung, ini baru namanya pecah record," pungkasnya.

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus diunggulkan menjadi calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang bakal mundur akhir Juni 2012. Sri Mulyani menguasai 87% pemilih yakni mencapai 13,066 suara.

Dalam situs www.worldbankpresident.org, dibuat sebuah polling soal siapa yang bakal menjadi Presiden Bank Dunia selanjutnya. Ada 9 calon dari negara berkembang yang masuk poling tersebut.

Namun polling ini memang tidak bisa dijadikan patokan Sri Mulyani bakal terpilih jadi Presiden Bank Dunia. Apalagi sejak 1944 posisi Presiden Bank Dunia selalu 'dimonopoli' oleh AS.

(nia/dru) detik
 

Sponsor

Sponsor

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Romes Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger