Headlines News :

Free Blogger Templates

Tampilkan postingan dengan label Valentine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Valentine. Tampilkan semua postingan

Tradisi Valentine "Berdarah" di Inggris

BAGAIMANA Anda merayakan hari kasih sayang? Nyatanya, setiap orang, bahkan setiap negara melakoni tradisi berbeda dalam mengungkapkan Valentine.

Penasaran dengan tradisi Valentine di penjuru dunia? Simak ulasannya, seperti dikutip BBC, Selasa (14/2/2012):

Valentine berdarah di Inggris, London
Bosan dengan nuansa pink dan bunga-bunga? Ingin merasakan Valentine dengan suasana berbeda? Datanglah ke London, tepatnya ke museum sejarah Abad Pertengahan, London Dungeon. Museum ini bukan museum yang cocok bagi Anda yang penakut karena memamerkan koleksi dan foto-foto dari peristiwa mengerikan, penyiksaan penyakit, dan zombie.

Spesial di hari kasih sayang, museum yang terletak di bekas penjara bawah tanah ini memasak kue cupcakes berbentuk jantung manusia. Para pasangan yang datang dapat menikmati kue ini sambil menonton prosedur penyiksaan bedah yang sangat mengerikan.

Valentine gender di Jepang
Di Jepang, hari Valentine menjadi tradisi bagi para remaja wanita untuk membeli atau membuatkan coklat bagi para lelaki, tidak harus kekasih, bisa untuk guru ataupun orangtua. Satu bulan kemudian, tepatnya 14 Maret, para pria harus memberikan hadiah balasan kepada gadis yang memberikannya coklat. Hadiah bisa berbentuk permen, coklat, atau perhiasan. Tradisi ini dipercaya sudah berlangsung sejak 1930an. Industri coklat di Jepang menerima keuntungan USD 660 juta saat Valentine.

Valentine rahasia di Denmark
Di Denmark, kawula muda saat Valentine memainkan sebuah permainan 'pemuja rahasia' yang dijuluki Gaekkebrev. Dalam permainan ini, mereka akan membuat puisi cinta, namun tidak boleh menuliskan nama si pembuat. Di akhir permainan, mereka harus saling menebak, siapakah yang membuat puisi-puisi tersebut.

Valentine Juni di Brazil
Di Brasil, hari Valentine dirayakan bukan tanggal 14 Februari, melainkan 12 Juni. Tradisi Valentine di Brasil salah satunya yang terkenal adalah para wanita menulis nama orang yang mereka sukai di selembar kertas, kemudian melipatnya dan menaruhnya di dalam suatu tempat (seperti toples). Kemudian, mereka akan berkumpul dan secara acak mengambil kertas yang ada di dalam toples tersebut. Nama yang tertulis dipercaya sebagai jodoh masa depan mereka.

Valentine original di Dublin, Irlandia
Tradisi Valentine dipercaya berasal dari hari kematian Saint Valentine, yang jatuh pada 14 Februari. Ternyata, Saint Valentine dikuburkan di Kota Dublin, Irlandia, tepatnya di Gereja Whitefriar Street Carmelite. Keberadaan makam St. Valentine ini memang meningkatkan popularitas gereja ini, membuatnya dibanjiri pengunjung terutama setiap 14 Februari. (ftr)

Pernikahan Massal di Hari Valentine

Jutaan orang bertukar kartu, kado spesial, atau pesan cinta sebagai simbol perayaan Valentine, yang jatuh setiap 14 Februari. Bahkan, tak jarang yang sengaja menggelar pernikahan di tanggal tersebut.

Mereka memaknai Valentine sebagai hari kasih sayang. Tak heran, jika momentum ini menjadi pilihan sakral untuk mengucap janji setia sehidup semati.

Pemerintah Filipina pun hanyut dalam euforia Valentine sebagai hari kasih sayang. Tepat di 14 Februari 2012, mereka memfasilitasi sekitar 300 pasang kekasih yang hendak menautkan hati dalam sebuah prosesi pernikahan.

Pernikahan massal tersebut berlangsung meriah di Paranaque, Metro Manila. Mempelai wanita kompak mengenakan gaun sederhana berwarna putih, serasi dengan memperlai pria yang berbalut kemeja putih dan celana hitam. Tak hanya pasangan muda, sejumlah pasangan usia lanjut pun mengikuti prosesi sakral ini.




Asal Usul Hari Valentine

Asal Usul Hari Valentine
Asal Usul Hari Valentine – Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti-hentinya merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine pun dipenjarakan. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya,
“Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?”
“Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita.”
“Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku.”
“Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya”, sambung Valentine.
“Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya”, kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata, “Dengan cinta dari Valentin-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, mereka memasukkan nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak suka pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun, setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak mujur, soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak beranjak satu kali pun.
Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa, tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintainya. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika, Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya, dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dan pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh nafsu komesialisasi perayaan ini.

Upaya Iran Singkirkan Hari Valentine

Toko-toko di Iran dilarang untuk menjual kartu dan hadiah Valentine sebagai “hari kasih sayang” tradisional yang makin populer di republik Islam itu, lapor kantor berita ILNA.
“Menjelang hari Valentine pada 14 Februari serikat para pemilik percetakan telah mengeluarkan larangan yang diinstruksikan bagi pencetakan dan pendistribusian barang-barang yang mempromosikan hari itu,” demikian diungkapkan ILNA. “Pencetakan dan produksi setiap barang yang terkait dengan hari itu, termasuk poster, kotak dan kartu yang dihiasi dengan hati atau separuh hati, bunga mawar merah, dan setiap kegiatan untuk mendorong hari itu dilarang,” begitu serikat tersebut dalam satu pernyataan. “Toko-toko atau tempat penjualan yang melanggar hal itu akan menghadapi tuntutan hukum,” demikian serikat itu memperingatkan.
Dalam tiga dasawarsa terakhir, rezim konservatif Iran telah berusaha untuk mencegah meluasnya budaya Barat itu di antara penduduk muda negara tersebut. Namun, hari Valentine telah menjadi sangat populer di Iran dalam satu dasawarsa terakhir. Pria-pria dan wanita-wanita muda bertukar cokelat, bunga, parfum, beruang teddy, dan hadiah lain pada 14 Februari.
Setiap tahun toko-toko hadiah di kota-kota besar dihiasi dengan perlengkapan dan perhiasan hari Valentine dan restoran-restoran di Teheran dipadati pria-pria dan wanita-wanita muda yang keluar untuk berkencan. Namun, kecenderungan tersebut telah dikritik keras oleh tokoh-tokoh konservatif yang melihat tidak ada ruang dalam kebudayaan Islam bagi penyelenggaraan perayaan seperti itu.
Sebagian kaum nasionalis Iran juga mengusulkan untuk mengganti hari Valentine dengan Mehregan, perayaan pra-Islam dan kuno pada awal Oktober, untuk menandai momen ketika waktu siang dan malam sama lamanya pada musim gugur dan menghormati bidadari cinta Persia kuno, Mithra.
 

Sponsor

Sponsor

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Romes Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger