Selengkapnya 5-10 lihat disini
Takhayul Tahun Baru China
Selengkapnya 5-10 lihat disini
Inilah ular yang memiliki warna mengagumkan
Lihat foto-foto lainnya disini
Bergigi runcing, simbol kecantikan suku Mentawai
Ritual Manten Kucing untuk Memanggil Hujan
“Uyek-uyek ranti,ono bebek pinggir kali,nuthuli pari sak uli,Tithit tfiuiiit.. Kembang opo?Kem*bang-kembang menur,ditandur neng pinggir sumur,yen awan manjing sak dulur,yen bengi dadi sak kasur.”
Buah Loofah Yang Mirip Buah Dada Wanita
Sumber
Dokter Temukan Bola Mata di Kemaluan Pasien Perempuan
![]() |
| Ilustrasi (foto: Thinkstock) |
Arti Kata Kepo dan Contohnya
Arti Kata Kepo

Kepo adalah akronim dari Knowing every Particular Object adalah sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat saja. Dalam beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi kayak semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan sebagai kekuatan orang tersebut. Jadi inti arti kata kepo yang banyak diucapkan remaja gaul sekarang yakni Serba Ingin Tahu, mencampuri urusan orang lain, dll.
Contoh kata Kepo - Contoh penggunaan kata Kepo.
Si B menjawab : iihhhh kepo banget sihh loee.
Si D menjawab : hadewww,,, kepo banget sih loee.
Arti kata kepo diatas kira-kira ya seperti itulah contoh penggunaanya. Nah kalau kalian tidak ingin dibilang kepo makanya jangan tanya-tanya terus. Apalagi mencampuri urusan orang lain hanya sekedar untuk tau saja. Semoga artikel tentang arti kata kepo ini bermanfaat buat para remaja gaul yang belum tau arti kepo tergaul ini.
Inilah Kerbau Seharga mobil Alphard
Bayi perempuan lahir 12-12-12-12-12 secara normal di Padang
Lasmini dinikahi 12-12-12 dengan mahar Rp 12 ribu
12-12-12, Asteroid "Kentang" Mendekati Bumi
12-12-12, Ibu Hamil di Medan Ngotot Lahirkan Pukul 12.12
Ratakan 700 Gunung untuk Bangun Kota
Kisah Nenek kembar PSK di Belanda
oleh Jan Hennop | AFP News
Di sebuah gang yang sibuk di distrik red light di Amsterdam, terlihat kerumunan orang yang saling sikut-sikutan untuk bisa berfoto bersama dua nenek paling terkenal di Amsterdam: nenek kembar Louise dan Martine Fokkens, dua pekerja seks komersial tertua di ibu kota Belanda tersebut.
Sama-sama mengenakan jaket kulit merah dan boot merah, jins merah, serta topi rajut merah, dan syal Stars and Stripes di sekitar leher mereka, dua nenek Fokken ini terlihat mencolok saat berjalan di sepanjang gang yang penuh dengan jendela bingkai merah, tempat perempuan-perempuan setengah telanjang memamerkan tubuh mereka untuk memikat pelanggan.
Penduduk lokal, tua dan muda, antri untuk sekadar mengobrol, sementara para turis yang lalu-lalang hanya melihat kebingungan.
"Lihat, itu ada 'ouwe hoeren' (bahasa Belanda untuk pelacur tua)," Koen Booij, 19, berseru sebelum mendekati Martine dan memberikan kartu pos bertandatangan yang mengiklankan buku terbaru kedua saudari kembar tersebut tentang sisi kotor Amsterdam, tempat Fokkens bersaudara bekerja sebagai PSDK selama setengah abad terakhir.
Sejak awal 1960an, Louise, lalu Martine, sudah bekerja di kawasan "Wallen", salah satu area lampu merah paling terkenal di dunia.
Kini diperkirakan ada 5000-8000 pekerja seks aktif di Amsterdam -- tapi hanya sebagian yang melakukan bisnis mereka dari balik 370 jendela bingkai merah di kawasan tersebut, menurut catatan resmi balai kota.
Saudari kembar berusia 70 tahun tersebut mulai terkenal tahun lalu, ketika sebuah film dokumenter berjudul "Ouwehoeren" dan kemudian diterjemahkan menjadi "Meet the Fokkens" yang menceritakan kehidupan mereka diputar di International Documentary Film Festival di Amsterdam.
Saking suksesnya, tahun ini pun festival kembali memutar dokumenter tersebut.
Dua buku -- satu sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan bahasa lain -- tentang kehidupan dua saudara ini di balik tirai merah pun terbit.
Mereka kini menjadi selebritas setelah mendapat slot reguler di acara bincang-bincang tengah malam tentang seks dan obat-obatan di televisi Belanda, Oktober lalu.
Buku kedua mereka, "Ouwehoeren op reis" (Pelacur Tua Berperjalanan) baru saja diluncurkan. Penerbit Bertram en De Leeuw mengatakan pada AFP bahwa buku tersebut sudah terjual 70 ribu kopi di Belanda, membuatnya masuk ke daftar buku laku.
Saudari Fokkens -- keduanya sudah beberapa kali menjadi buyut -- mengaku sudah melihat semuanya: di kota di mana PSK sudah menjajakan tubuh mereka bagi pelaut yang bertandang dan pencari kesenangan sejak abad ke-15, tak ada yang mengejutkan buat mereka.
"Dari ayah-ayah yang membawa anak laki-laki mereka untuk mendapat 'pengalaman pertama' sampai mereka yang mencari aktivitas kinky, ada banyak macamnya," kata Martine pada AFP, duduk di tempat tidur di balik jendelanya di Oude Nieuwstraat, gang kecil yang penuh dengan lampu neon merah begitu matahari terbenam.
"Kami sudah tidur dengan sangat banyak pria, sampai kamu tak akan bisa menghitungnya," kata Louise, sambil melihat ke arah saudarinya dan tertawa: "Kami bersenang-senang dengan mereka."
Dua tahun lalu, Louise akhirnya gantung sepatu boot stillettonya karena arthritis -- "Saya tak bisa lagi melakukan posisi-posisi seks itu," kata dia, sementara Martine masih bekerja sekali atau dua kali seminggu, termasuk Minggu, spesialisasinya adalah soft-core bondage untuk pria-pria tua.
Pada Oktober awal, kedua saudari kembar ini menjadi fitur reguler di acara bincang-bincang berjudul "Spuiten en Slikken" (Keluarkan dan Telan) sebagai sepasang pemberi nasihat untuk pertanyaan-pertanyaan seputar seks.
"Saya menonton mereka di TV. Menurut saya mereka hebat," kata Booij pada AFP saat menunggu berfoto. "Mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh orangtua kita."
"Mereka adalah ahlinya," kata Jeanine, 20, pelajar di University of Amsterdam yang menolak memberi nama belakangnya, sambil meminta reporter AFP untuk mengambil fotonya bersama kedua saudari ini menggunakan ponsel.
"Mereka bilang ke para pria untuk memperlakukan perempuan dengan baik," ujar dia.
Fokkens bersaudara tampak terkejut mereka punya banyak penggemar, tapi kata-kata mereka akan cinta dan hubungan terdengar jujur -- berasal dari pengalaman bertahun-tahun.
Meski terlihat riang dan digambarkan di media seperti sepasang bibi eksentrik yang bekerja di industri seks, ada kisah mereka akan penyiksaan dan kekerasan.
"Kami tak punya uang. Suami saya minta saya bekerja 'hanya untuk dua tahun'," kata Louise, mukanya tampak keras saat mengingat kejadian itu. "Saya tak tahu pekerjaan apa yang ia maksudkan. Sekarang sudah 50 tahun kemudian."
"Awalnya sangat sulit. Saya harus 'mematikan' pikiran saya. Lama-lama, kondisinya membaik," ujar dia.
Kekerasan dan eksploitasi mendorong saudari kembar ini untuk mendirikan serikat kerja pekerja seks pertama di kawasan tersebut.
Ketika ditanya apakah mereka menyesali hidup mereka, kedua saudari tersebut menggelengkan kepala, "Kami tak menyesali apapun, kecuali bahwa distrik red light kini berubah."
"Saat ini tak ada lagi kode kehormatan, yang disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya," kata Louise dengan wajah jijik.
"Sekarang perempuan-perempuan itu tak pakai baju. Mereka menjual dan memakai narkoba. Semuanya tentang kriminalitas dan uang. PSK yang baik tak akan memakai obat-obatan," ujar dia.
"Dulu, sesama pekerja saling merawat satu sama lain. Kini tak ada lagi. Tak ada lagi kemanusiaan di distrik red light," ujar dia.
Ikan tanpa mata dan sisik
VIVAnews - Sebuah kelompok konservasi flora dan fauna menemukan seekor ikan langka yang tinggal di dalam gua. Ikan itu diketahui tanpa mata dan sisik, dan hidup di sebuah pulau kecil di Ha Long Bay, Provinsi Quang Ninh, Vietnam.
Dilansir dari Livescience, ikan ini masuk ke dalam spesies yang memiliki namaDraconectes narinosus. Nama tersebut berasal dari bahasa Yunani dan Latin. "Drakon" yang berarti naga, "nectes" berarti perenang, sementara "narinosus" berasal dari bahasa latin yang berarti memiliki "lubang hidung yang besar".
Draconectes narinosus merupakan ikan gua, dan tidak adanya mata dan sisik menjadi salah satu cara beradaptasi saat hidup di gua yang gelap. Ikan ini hidup di air tawar, meskipun letak gua tempatnya hidup berada tidak jauh dari laut.
Lokasi tempat ikan ini ditemukan adalah di Van Gio Island, yang merupakan bagian dari daerah Ha Long Bay. Van Gio Island memiliki luas sekitar 1.300 kaki atau sekitar 400 meter.
Sementara Gua air tawar tempat ditemukannya Draconectes narinosushanya berada 650 kaki atau 200 meter dari laut.
Para peneliti bersama dengan Fauna & Flora International mengatakan bahwa ikan ini sangat menakjubkan, karena dapat bertahan hidup dalam habitat yang kecil.
Draconectes narinosus adalah salah satu genus atau jenis ikan baru. Saat ini para peneliti belum mengetahui apakah ada ikan-ikan lain yang ditemukan di gua yang sama dan memiliki genus yang sama. Para peneliti masih mencari informasi tambahan terkait temuan ini.
Untuk mengetahui informasi lebih rinci dari Draconectes narinosus bisa dilihat di jurnal "Revue de Suisse Zoologie". (umi)
© VIVA.co.id
Kalau Tak Tahu Malu, Silakan Berenang di Sini
Lihat foto lainnya disini
Perempuan Swedia Menggunakan Tengkorak untuk Berhubungan Intim
Kehidupan di Rumah Kapsul
Mobil Mainan Berumur 7500 Tahun
"Mobil mainan" dipamerkan bersama boneka mainan dan peluit (semuanya terbuat dari batu) di Museum Mardin. Arkeolog Mesut Alp melaporkan bahwa mobil mainan itu paling tidak berusia 7.500 tahun atau bertanggal kembali ke akhir Zaman Batu. Ketika berbicara dengan wartawan dari kantor berita Cihan dan dengan reporter Todays Zaman, Alp bersikeras bahwa benda itu adalah mobil mainan.
Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Mardin, Davut Beliktay, menegaskan bahwa benda yang dipamerkan salah satunya adalah mobil mainan berusia 7.500 tahun. Beliktay mengatakan bahwa mobil itu "seperti salinan" mobil hari ini, menambahkan bahwa benda itu juga menyerupai traktor. Namun sahabat anehdidunia.com, ia tidak menjelaskan bagaimana mobil mainan bisa berusia 7.500 tahun. Mengomentari mainan kuno lainnya, ia berkata: "Kami percaya bahwa peluit dan boneka berasal dari 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. Peluit-peluit masih dalam kondisi baik". Beliktay mengatakan kepada pers bahwa informasi yang komprehensif mengenai mobil mainan 7.500-tahun itu akan segera dirilis.
Hal ini bisa menjadi anomali sejarah yang menarik; dan dengan melihatnya, mungkin mainan ini lebih menggambarkan sebuah kereta/chariot daripada sebuah mobil. Tapi meskipun seandainya mainan ini memang kereta, tetap menjadi penemuan yang menarik karena usianya yang 7500 tahun. Namun kita hanya bisa berharap mereka (para ahli dari turki itu) akan menjelaskan dengan tepat bagaimana mereka berpikir bahwa mereka memiliki mobil mainan yang berusia ribuan tahun, dan bukan kereta mainan, yang jauh lebih masuk akal.




























